Kabinet dapat membantu melindungi APAR dari debu atau kondisi lingkungan tertentu, tetapi kabinet yang rusak atau sulit dibuka justru dapat menghambat akses. Karena itu, pemeriksaan APAR yang berada di dalam kabinet perlu mencakup unit sekaligus kondisi kabinetnya.

Periksa akses pintu kabinet
Pastikan dapat dibuka tanpa hambatan
Pintu kabinet tidak boleh tertutup barang, rak, atau furnitur. Periksa engsel, handle, dan ruang di depan kabinet agar unit dapat diambil dengan mudah.
Jangan jadikan kabinet sebagai tempat penyimpanan umum
Hindari menaruh benda lain di dalam kabinet karena dapat menutup APAR atau memperlambat pengambilan.
Periksa kondisi fisik kabinet
- lihat korosi atau kerusakan permukaan;
- periksa kaca atau panel bila ada;
- pastikan bracket di dalam tetap stabil;
- cek apakah air atau debu masuk ke area unit;
- pastikan identitas lokasi masih terlihat.
Periksa APAR di dalamnya
Kabinet tidak menggantikan pemeriksaan unit. Tetap cek kondisi tabung, pin, segel, selang, nozzle, label, dan indikator tekanan bila tersedia. Untuk bagian dudukan, lihat panduan bracket APAR.
Jaga visibility dari area kerja
Pastikan keberadaan kabinet mudah dikenali. Jika perubahan layout membuat kabinet tertutup pandangan, audit kembali jalur akses dan penandaan. Baca juga hambatan akses APAR serta panduan penempatan APAR.
Checklist rutin
| Bagian | Yang dicek |
|---|---|
| Pintu | Bisa dibuka dengan baik |
| Area depan | Tidak terhalang |
| Interior | Bersih dan kering |
| Bracket | Stabil |
| Unit | Dapat diperiksa dan diambil |
FAQ
Apakah semua APAR perlu kabinet?
Tidak selalu. Kebutuhan kabinet bergantung pada kondisi lokasi dan sistem penempatan yang digunakan.
Apakah kabinet boleh dikunci?
Pastikan mekanisme apa pun tidak menghambat akses saat keadaan darurat dan mengikuti ketentuan yang berlaku di lokasi.
Kesimpulan
Kabinet APAR perlu diperiksa sebagai bagian dari sistem akses. Pintu, ruang depan, interior, bracket, visibility, dan kondisi unit harus tetap mudah diperiksa dan digunakan.
